Kalkulator gratis ยท Metode AHP
Hitung bobot AHP dan rasio konsistensinya.
Isi perbandingan berpasangan antar kriteria, lalu halaman ini menampilkan matriks normalisasi, bobot prioritas, lambda maks, CI, RI, dan Consistency Ratio. Semua langkah antara ditampilkan supaya bisa Anda salin ke naskah dan Anda jelaskan sendiri saat sidang.
Dasar perhitungan: prosedur Analytical Hierarchy Process dari Thomas L. Saaty, dengan indeks random (RI) 0,58 untuk ordo 3; 0,90 untuk ordo 4; 1,12 untuk ordo 5; 1,24 untuk ordo 6; dan 1,32 untuk ordo 7. Bobot dihitung dengan normalisasi kolom lalu rata-rata baris, cara yang paling lazim dipakai pada skripsi Indonesia.
1. Tentukan kriteria
2. Bandingkan setiap pasangan
Pilih mana yang lebih penting dan seberapa jauh. Skala 1 berarti sama penting, 9 berarti mutlak lebih penting.
3. Matriks perbandingan berpasangan
Matriks normalisasi dan bobot
Cara membaca hasil perhitungan AHP
-
Bobot prioritas
Bobot adalah rata-rata baris dari matriks yang sudah dinormalisasi per kolom. Jumlah seluruh bobot selalu 1. Bobot inilah yang dipakai sebagai masukan metode pemeringkatan berikutnya, misalnya TOPSIS.
-
Lambda maks
Kalikan matriks asli dengan vektor bobot, bagi hasilnya dengan bobot masing-masing baris, lalu rata-ratakan. Nilai lambda maks tidak pernah lebih kecil dari ordo matriks, dan sama persis dengan ordo bila penilaian Anda konsisten sempurna.
-
Consistency Index
CI = (lambda maks - n) / (n - 1). Nilai ini mengukur seberapa jauh penilaian Anda menyimpang dari konsistensi sempurna, tetapi belum memperhitungkan ukuran matriks.
-
Consistency Ratio
CR = CI / RI. RI adalah indeks random Saaty yang bergantung pada ordo matriks. Batas yang diterima secara luas adalah CR tidak lebih dari 0,1.
Skala perbandingan Saaty
| Nilai | Arti | Contoh kalimat pembenaran |
|---|---|---|
| 1 | Sama penting | Keduanya sama-sama menjadi syarat, tidak ada yang lebih menentukan. |
| 3 | Sedikit lebih penting | Kriteria pertama lebih sering menjadi alasan penolakan, tetapi keduanya masih dipertimbangkan bersama. |
| 5 | Lebih penting | Keputusan biasanya ditentukan kriteria pertama, kecuali selisihnya sangat tipis. |
| 7 | Sangat lebih penting | Kriteria kedua hanya dipakai sebagai penyaring tambahan. |
| 9 | Mutlak lebih penting | Kriteria kedua tidak pernah membalikkan keputusan. |
| 2, 4, 6, 8 | Nilai antara | Dipakai bila narasumber ragu di antara dua tingkat di atas. |
Angka ini bukan selera Anda. Angka ini harus berasal dari sumber yang bisa disebut: kuesioner pembobotan, wawancara pengambil keputusan, atau kebijakan tertulis instansi. Saat sidang, pertanyaan yang paling sering muncul bukan rumusnya, melainkan siapa yang memberi angka tersebut dan kapan.
Kalau CR lebih dari 0,1
Jangan mengacak angka sampai kebetulan lolos. Penguji dapat meminta Anda menunjukkan kuesioner asli. Jika angka di naskah tidak sama dengan angka di kuesioner, masalahnya berubah dari kesalahan hitung menjadi masalah kejujuran data.
Urutan perbaikan yang aman:
- Cari penilaian yang saling bertentangan secara logika, misalnya A lebih penting daripada B, B lebih penting daripada C, tetapi C dinilai lebih penting daripada A.
- Kembali ke narasumber dengan menunjukkan tiga penilaian yang bertentangan itu dan minta mereka menetapkan mana yang benar.
- Ubah satu pasangan, hitung ulang, catat perubahannya di lampiran sebagai berita acara klarifikasi.
- Bila narasumber lebih dari satu, gabungkan penilaian memakai rata-rata geometrik, bukan rata-rata biasa, lalu sebutkan cara penggabungan itu di Bab III.
Cara menuliskannya di naskah
Bab III memuat langkah metodenya: skala yang dipakai, sumber penilaian, rumus CI dan CR, serta batas 0,1 dengan sitasi. Bab IV memuat angkanya: matriks perbandingan, matriks normalisasi, bobot, lambda maks, CI, RI, CR, dan satu contoh perhitungan manual yang lengkap. Lampiran memuat kuesioner asli dan rekapitulasinya.
Aturan praktis yang menyelamatkan banyak mahasiswa saat sidang: setiap angka di Bab IV harus bisa ditelusuri ke satu halaman lampiran. Jika tidak bisa, angka itu belum siap dipertahankan.
Tanya jawab
Pertanyaan yang paling sering muncul.
Berapa nilai CR yang bisa diterima?
Batas umum adalah CR tidak lebih dari 0,1. Di atas itu, penilaian dianggap terlalu banyak bertentangan sehingga bobotnya tidak dapat dipercaya dan perbandingan harus ditinjau ulang.
Kenapa CR saya nol?
Karena penilaian Anda konsisten sempurna, misalnya semua diisi 1, atau matriksnya disusun dari rasio bobot yang sudah ditetapkan lebih dulu. Untuk matriks ordo dua, CR selalu nol karena indeks randomnya nol.
Berapa kriteria yang sebaiknya dipakai?
Tiga sampai tujuh. Semakin banyak kriteria, semakin banyak pasangan yang dinilai, dan semakin besar peluang penilaian saling bertentangan.
Apakah AHP wajib digabung dengan TOPSIS?
Tidak. AHP bisa langsung memeringkat alternatif. Penggabungan dipakai bila AHP hanya menetapkan bobot kriteria dan TOPSIS memeringkat alternatifnya. Alasan penggabungan harus ada di Bab III, bukan sekadar mengikuti penelitian terdahulu.
Bobot dari kalkulator ini boleh langsung dipakai di skripsi?
Boleh, selama masukannya berasal dari data penilaian Anda sendiri dan Anda menampilkan langkah perhitungannya di naskah. Yang tidak boleh adalah menyalin angka contoh dari halaman ini seolah-olah itu hasil penelitian Anda.
Lanjutkan
Halaman terkait.
Angka sudah keluar, tetapi ragu mempertahankannya?
Peta revisi 24 jam.
Kami periksa draft, hitungan, dan lampiran Anda, lalu kembalikan daftar perbaikan berurutan. Rp199.000.
Pesan Rescue Audit