Kalkulator gratis ยท Metode TOPSIS

TOPSIS, lengkap dengan langkah antaranya.

Kebanyakan kalkulator hanya menampilkan peringkat akhir. Halaman ini menampilkan matriks ternormalisasi, matriks terbobot, solusi ideal positif dan negatif, kedua jarak, dan nilai preferensi, karena justru bagian itulah yang diminta penguji saat Anda diminta menghitung ulang di papan tulis.

Dasar perhitungan: Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution dengan normalisasi vektor (setiap nilai dibagi akar jumlah kuadrat kolomnya), jarak Euclidean terhadap solusi ideal, dan nilai preferensi V = D-minus / (D-minus + D-plus).

1. Ukuran masalah

2. Bobot dan jenis kriteria

Jumlah bobot sebaiknya 1. Pilih benefit bila makin besar makin baik, dan cost bila makin kecil makin baik.

3. Matriks keputusan

Isi nilai setiap alternatif pada setiap kriteria dengan satuan aslinya. Normalisasi dikerjakan otomatis.

4. Hasil setiap langkah

Matriks ternormalisasi (R)

Matriks terbobot (Y)

Solusi ideal positif dan negatif

Jarak dan nilai preferensi

Lima langkah perhitungan TOPSIS

  1. Susun matriks keputusan

    Baris adalah alternatif, kolom adalah kriteria. Nilai boleh berbeda satuan, misalnya rupiah, hari, dan skor, karena akan disamakan pada langkah berikutnya.

  2. Normalisasi vektor

    r(i,j) = x(i,j) / akar( jumlah x(1..m, j) kuadrat )

    Setiap kolom dibagi akar jumlah kuadrat kolomnya sendiri. Setelah langkah ini seluruh nilai berada pada skala yang sebanding.

  3. Kalikan dengan bobot

    y(i,j) = w(j) x r(i,j)

    Bobot kriteria masuk di sini. Bila bobot berasal dari metode pembobotan lain, sebutkan sumbernya di naskah.

  4. Tentukan solusi ideal positif dan negatif

    Untuk kriteria benefit, solusi ideal positif adalah nilai terbesar pada kolom terbobot dan solusi ideal negatif adalah nilai terkecil. Untuk kriteria cost, keduanya bertukar tempat.

  5. Hitung jarak dan nilai preferensi

    V(i) = D-negatif(i) / ( D-negatif(i) + D-positif(i) )

    Jarak dihitung dengan rumus Euclidean terhadap kedua solusi ideal. Nilai preferensi terbesar menempati peringkat pertama.

Empat kesalahan yang paling sering menjatuhkan mahasiswa

1. Salah menetapkan kriteria cost. Harga hampir selalu cost, tetapi banyak naskah menuliskannya sebagai benefit sehingga alternatif termahal justru menang. Periksa arah setiap kriteria sebelum membahas hasil.

2. Bobot tidak berjumlah satu. Perhitungan tetap berjalan, tetapi nilai preferensi menjadi sulit dibandingkan dengan penelitian lain dan penguji akan menanyakannya.

3. Angka di sistem berbeda dengan angka di naskah. Ini masalah paling umum pada skripsi yang berisi aplikasi. Tetapkan satu sumber angka, lalu cetak ulang tabel dari sumber yang sama.

4. Tidak ada contoh perhitungan manual. Bila seluruh angka hanya keluar dari aplikasi, penguji tidak punya cara memverifikasi. Tampilkan satu alternatif yang dihitung penuh secara manual, lalu rujuk lampiran untuk sisanya.

Menggabungkan bobot dari metode lain

TOPSIS tidak menghitung bobot. Karena itu banyak skripsi memakai satu metode untuk menetapkan bobot kriteria, lalu memakai TOPSIS untuk memeringkat alternatif. Jika Anda memakai pendekatan itu, hitung dulu bobotnya di kalkulator konsistensi AHP, pastikan rasio konsistensinya tidak melebihi 0,1, lalu salin bobotnya ke tabel di atas.

Yang wajib ada di Bab III adalah alasan penggabungan itu, bukan sekadar pernyataan bahwa penelitian terdahulu melakukannya. Alasan yang bisa dipertahankan biasanya berbunyi seperti ini: penilaian kepentingan antar kriteria hanya tersedia dalam bentuk perbandingan lisan dari pengambil keputusan, sedangkan penilaian alternatif tersedia dalam bentuk data kuantitatif, sehingga dua metode dipakai untuk dua jenis data yang berbeda.

Contoh angka yang dipakai halaman ini

Matriks contoh yang muncul saat halaman dibuka adalah data rekaan untuk keperluan demonstrasi, bukan data penelitian nyata milik siapa pun. Ganti seluruh angkanya dengan data Anda sendiri sebelum dipakai. Menyalin angka contoh ke dalam skripsi sama saja dengan memalsukan data penelitian.

Tanya jawab

Pertanyaan yang paling sering muncul.

Apa beda benefit dan cost?

Benefit berarti makin besar makin baik, misalnya kualitas. Cost berarti makin kecil makin baik, misalnya harga atau lama pengiriman. Salah menetapkannya akan membalik peringkat akhir.

Dari mana bobot kriteria diperoleh?

Dari kebijakan instansi, kuesioner, atau metode pembobotan seperti AHP. TOPSIS sendiri tidak menghitung bobot.

Berapa nilai preferensi yang bagus?

Nilainya selalu antara 0 dan 1 dan bersifat relatif terhadap kumpulan alternatif yang dibandingkan. Nilai 1 berarti alternatif itu identik dengan solusi ideal positif di dalam kumpulan data tersebut, bukan berarti sempurna.

Kenapa peringkat berubah setelah satu alternatif dihapus?

Karena normalisasi dan solusi ideal dihitung dari seluruh alternatif. Ini sifat bawaan TOPSIS dan sebaiknya ditulis di bagian keterbatasan penelitian.

Bisakah data kualitatif dipakai?

Bisa, setelah dikonversi memakai skala yang ditetapkan di Bab III dan ditampilkan di naskah.

Lanjutkan

Halaman terkait.

Perlu diperiksa manusia?

Peta revisi 24 jam.

Kami periksa hitungan, tabel, dan lampiran Anda, lalu kembalikan daftar perbaikan berurutan. Rp199.000.

Pesan Rescue Audit